Tiba-tiba tertarik untuk 'lirik' lagi draft novel yang udah lama tersimpan rapih doang di salah satu file. Dan jujur, ketika mau ngelanjutinnya, gue kesusahan dalam menggunakan kata-kata antara baku dan tidak baku.Karena akhir-akhir ini - selama kuliah - kebanyakan baca novel romance, khususya terbitan GagasMedia *bukanpromosi*
Tapi jujur, salah satu penerbit major, GagasMedia untuk novel romance-nya gak perlu diragukan lagi.Teenlit sendiri, rasanya udah lama...banget gak gue 'lirik' lagi. Di jajaran koleksi buku pun, teenlit yang masih ada ya karangan Sitta Karina, Esti Kinasih, Dyan Nuranindya, dan Luna Torashyngu.
Beralihnya gue ke novel romance, bukan karena teenlit udah gak ada yang bagus lagi kok. Tapi ya itu dia, entah kenapa ketika pertama-pertama baca buku Gagas, seterusnya jadi 'ketagihan' untuk hanya lirik buku dari Gagas. Bener-bener gak adil sih :| Karena jadi 'nutup mata' sama penerbit lainnya.
Tapi, kalau ada novel baru yang dikeluarin oleh keempat penulis tadi, pasti gak akan gue lewatkan.
Nah, jadi, karena sekarang gue lagi garap serius - bener2 dituntasin utk akhirnya dteirbitin di nulisbuku sbgai debut - ketika dlam tahap 'ngediemin naskah'. Gue jadi iseng untuk baca-baca ulang lagi teenlit2 yang gue punya dan googling.
Lalu, terpakulah gue pada salah satu hasil googling, dalam satu blog yg 'ngritik' teenlit dari penulis Indonesia.Well, postingannya itu bener-bener ditulis dengan kata yang 'sadisnya'. Pas gue lirik., itu postingannya di tahun 2008, dan dia ngakuin, kalau dia nulis ketika masih ABG labil yang gak tahu etika menulis. Mengkritik dengan segitu tajamnya.
Jadi, di blognya, dia bilang kalau dia 'bosen' dengan teenlit yg 'itu-itu aja'.
Emang sih, mungkin dalam beberapa buku, ada cerita yang alurnya gampang ditebak ; kisah cinta antara si cowok favorit ; jago basket, cakep, dan tajir, yg jatuh cinta dengan cewek yang biasa2 aja.
Ngenes jujur pas gue baca postingan dia di blognya. Segitu 'rendahnya' di pandangan dia ttg teenlit Indonesia :((((
Ayo temen-temen penulis yang punya jalur di bagian teenlit, mari kita bikin teenlit yg oke. Supaya gak banyak orang yg gak menghargai teenlit karya penulis Indonesia ;)
Kalau sebagai pembaca, gue lebih menghargai dan suka dengan cerita yang simpel, yg 'itu-itu aja', tapi si penulis ini bisa bikin kita gak sadar kalau ceritanya itu yah cerita yang 'itu-itu aja'. Karena disitu, berarti proses imajinasi, pengalaman, pengetahuan, dan penulisan si penulis gak main2. Dia gak cuma mengandalkan hasil pengetahuan dia dari novel orang lain aja. Disitulah, gue akan kagum sama si penulis karena bener-bener sanggup membawa kita ke ceritanya yang ternyata 'itu-itu' aja.
Tapi yaa, cerita baru yang masih sangat segar dan penulisan yang oke pun, pastinya akan lebih oke :)
Sama seperti gue membaca Perahu Kertas-nya Dee Lestari. Gue baca novel ini waktu masih kelas 3SMA, dimana gue baru 17tahun dan masih selalu demen sama teenlit plus cerita 'pink'. Novel yg kata orang cuma bertele2, memutar2kan pertemuan si tokoh utama hingga akhirnya bisa 'bersama'. Tapi membaca kisahnya Keenan dan Kugy itu bener-bener mengaduk emosi. Jatuh cinta, patah hati, kehilangan. Cerita ttg orang yg jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi gak sadar. Lalu ada si tokoh antagonis cewek yang terobsesi, dsb.
Yang paling gue suka sih, karena menurut gue tuh novel ngangkat permasalahan yg kompleks banget ;cinta, persahabatan, mimpi, dan keluarga. Dimana semua permasalahannya itu ada sangkut-pautnya.
Selain itu juga, beberapa momen, yg mbak Dee tuliskan dalam PK ini dnegan 'ngena'. Momen yg paling dan selalu gue ingat dlm PK adalah
1. Ketika Kugy patah hati, tahu Keenan jadian sama Wanda dari Noni.Disitu, mbak Dee bener2 menggambarkan gimana patah hatinya Kugy, ngerasain nelangsanya sendiri aja, di kamar kosannya, karena bahkan sahabatnya ini gak tahu dia cinta Keenan.
2. Remi mutusin Kugy. Disitu 'sedih'-nya bener2 kerasa.
Udah ah, kebanyakan nulis ttg PK-nya. Pokoknya, untuk pecinta teenlit sih sangat dianjurkan :)
Walau kalo buat beberapa penggemar dee lestari karena supernova-nya sih, banyak yg bilang Perahu Kertas ini semacam 'downgrade' dari Supernove-nya.
Tapi, sebagai remaja, ABG labil, pecinta teenlit, gue sangat jatuh cinta sama Perahu Kertas ini.
Oke maaf, ini postingan 'ngelantur'. Gak jelas intinya kemana. Yang pasti sih gue cuma pengen cerita tentang 'teenlit' aja :D