Kamis, 18 Agustus 2011

[COMING SOON] BUMI DI ATAS LANGIT






Judul : BUMI DI ATAS LANGIT

Hal : 198 halaman

Diterbitkan melalui : nulisbuku.com

(dapat dibeli online dengan email ke Nulisbuku atau website : nulisbuku.com. Bisa juga pesan langsung ke penulisnya :D )



[SINOPSIS]


"Ketika mencintai dan dicintai saja nggak cukup..."

Secara tidak langsung Revanlah yang membuat Rosa hampir mengalami perampokan. Hal itu yang akhirnya membuat Rosa yakin untuk putus dari Revan setelah sekian lama menahan sakit. Hingga malam perampokan itu tiba dan menjadi puncaknya.

Karena perampokan itu pula, Rosa bertemu seorang cowok yang menyelamatkan-nya. Cowok sederhana yang tulus menolong walau ketus pada Rosa, yang anak orang kaya, bahkan tidak mau mengenalkan dirinya, Rafa.

Karena terbiasa bersama, mereka berdua pun terjebak dalam lingkaran cinta yang rumit. Saling menyayangi tapi gak semudah itu bersatu. Karena Rosa dan Rafa berbeda...

Lagipula, Revan masih menyayangi Rosa dan berharap mereka bisa kembali.



Sepi Di Antara Ramai


Di antara keramaian. Ia tetap merasa sendiri.

Bukan secara fisik. Tapi secara hati. Ternyata kesepian hatilah yang lebih mencekam dibanding fisik. Kau bisa saja tersenyum untuk menutup kesendirianmu. Orang-orang pun akan menyangka kau bahagia. Tapi, apakah hati seperti itu? Tidak. Karena hatilah yang membisikanmu kesepian itu. Mengingatkanmu bahwa kau hanya sendiri.

Padahal, lalu lintas ini sangat padat. Deru mobil dan motor seolah berdenging tepat di telinga. Terus-menerus. Suara pengamen yang bernyanyi tak akan terdengar. Tentu saja karena kalah dengan deru metro mini yang meraung-raung di setiap injakan gas sang supir. Dan tak ketinggalan, suara klakson dari berbagai macam kendaraan; mobil, motor, metro mini, bis, dan busway. Suara klakson yang mereflesikkan kekesalan karena tingkat kemacetan yang semakin tinggi. Di mana-mana. Hampir di setiap titik jalan dan tak terhindarkan.

Sudah seramai ini padahal. Tapi kenapa ia masih merasa sendiri? Kesepian?

(10/08/11, Siang Hari, @Metro Mini )

Sabtu, 06 Agustus 2011

Teenlit

Tiba-tiba tertarik untuk 'lirik' lagi draft novel yang udah lama tersimpan rapih doang di salah satu file. Dan jujur, ketika mau ngelanjutinnya, gue kesusahan dalam menggunakan kata-kata antara baku dan tidak baku.Karena akhir-akhir ini - selama kuliah - kebanyakan baca novel romance, khususya terbitan GagasMedia *bukanpromosi*


Tapi jujur, salah satu penerbit major, GagasMedia untuk novel romance-nya gak perlu diragukan lagi.Teenlit sendiri, rasanya udah lama...banget gak gue 'lirik' lagi. Di jajaran koleksi buku pun, teenlit yang masih ada ya karangan Sitta Karina, Esti Kinasih, Dyan Nuranindya, dan Luna Torashyngu.


Beralihnya gue ke novel romance, bukan karena teenlit udah gak ada yang bagus lagi kok. Tapi ya itu dia, entah kenapa ketika pertama-pertama baca buku Gagas, seterusnya jadi 'ketagihan' untuk hanya lirik buku dari Gagas. Bener-bener gak adil sih :| Karena jadi 'nutup mata' sama penerbit lainnya.

Tapi, kalau ada novel baru yang dikeluarin oleh keempat penulis tadi, pasti gak akan gue lewatkan.


Nah, jadi, karena sekarang gue lagi garap serius - bener2 dituntasin utk akhirnya dteirbitin di nulisbuku sbgai debut - ketika dlam tahap 'ngediemin naskah'. Gue jadi iseng untuk baca-baca ulang lagi teenlit2 yang gue punya dan googling.


Lalu, terpakulah gue pada salah satu hasil googling, dalam satu blog yg 'ngritik' teenlit dari penulis Indonesia.Well, postingannya itu bener-bener ditulis dengan kata yang 'sadisnya'. Pas gue lirik., itu postingannya di tahun 2008, dan dia ngakuin, kalau dia nulis ketika masih ABG labil yang gak tahu etika menulis. Mengkritik dengan segitu tajamnya.

Jadi, di blognya, dia bilang kalau dia 'bosen' dengan teenlit yg 'itu-itu aja'.

Emang sih, mungkin dalam beberapa buku, ada cerita yang alurnya gampang ditebak ; kisah cinta antara si cowok favorit ; jago basket, cakep, dan tajir, yg jatuh cinta dengan cewek yang biasa2 aja.


Ngenes jujur pas gue baca postingan dia di blognya. Segitu 'rendahnya' di pandangan dia ttg teenlit Indonesia :((((


Ayo temen-temen penulis yang punya jalur di bagian teenlit, mari kita bikin teenlit yg oke. Supaya gak banyak orang yg gak menghargai teenlit karya penulis Indonesia ;)


Kalau sebagai pembaca, gue lebih menghargai dan suka dengan cerita yang simpel, yg 'itu-itu aja', tapi si penulis ini bisa bikin kita gak sadar kalau ceritanya itu yah cerita yang 'itu-itu aja'. Karena disitu, berarti proses imajinasi, pengalaman, pengetahuan, dan penulisan si penulis gak main2. Dia gak cuma mengandalkan hasil pengetahuan dia dari novel orang lain aja. Disitulah, gue akan kagum sama si penulis karena bener-bener sanggup membawa kita ke ceritanya yang ternyata 'itu-itu' aja.


Tapi yaa, cerita baru yang masih sangat segar dan penulisan yang oke pun, pastinya akan lebih oke :)


Sama seperti gue membaca Perahu Kertas-nya Dee Lestari. Gue baca novel ini waktu masih kelas 3SMA, dimana gue baru 17tahun dan masih selalu demen sama teenlit plus cerita 'pink'. Novel yg kata orang cuma bertele2, memutar2kan pertemuan si tokoh utama hingga akhirnya bisa 'bersama'. Tapi membaca kisahnya Keenan dan Kugy itu bener-bener mengaduk emosi. Jatuh cinta, patah hati, kehilangan. Cerita ttg orang yg jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi gak sadar. Lalu ada si tokoh antagonis cewek yang terobsesi, dsb.


Yang paling gue suka sih, karena menurut gue tuh novel ngangkat permasalahan yg kompleks banget ;cinta, persahabatan, mimpi, dan keluarga. Dimana semua permasalahannya itu ada sangkut-pautnya.

Selain itu juga, beberapa momen, yg mbak Dee tuliskan dalam PK ini dnegan 'ngena'. Momen yg paling dan selalu gue ingat dlm PK adalah


1. Ketika Kugy patah hati, tahu Keenan jadian sama Wanda dari Noni.Disitu, mbak Dee bener2 menggambarkan gimana patah hatinya Kugy, ngerasain nelangsanya sendiri aja, di kamar kosannya, karena bahkan sahabatnya ini gak tahu dia cinta Keenan.


2. Remi mutusin Kugy. Disitu 'sedih'-nya bener2 kerasa.


Udah ah, kebanyakan nulis ttg PK-nya. Pokoknya, untuk pecinta teenlit sih sangat dianjurkan :)


Walau kalo buat beberapa penggemar dee lestari karena supernova-nya sih, banyak yg bilang Perahu Kertas ini semacam 'downgrade' dari Supernove-nya.

Tapi, sebagai remaja, ABG labil, pecinta teenlit, gue sangat jatuh cinta sama Perahu Kertas ini.


Oke maaf, ini postingan 'ngelantur'. Gak jelas intinya kemana. Yang pasti sih gue cuma pengen cerita tentang 'teenlit' aja :D

Jumat, 05 Agustus 2011

Meracau

"Terlalu banyak kata yang ingin kusampaikan, hingga yang kulakukan hanya sibuk memilah kata apa yang akan kuucap. Padahal, kalaupun aku meracau, bukankah seharusnya kau sudah tahu bahwa aku merindu?"
#draft

Kamis, 04 Agustus 2011

Mendamba

"Ada mimpi yang tetap indah jika tetap jadi mimpi. Itu hal yg membuat kita terus berharap."
-Aria, Mendamba (Aditya Yudis) hal. 139

Sabtu, 23 Juli 2011

Tips Beli Buku

Gara-gara ditanyain temen, Tasya, yg galau beli buku apa. Jadi pengen bagi2 tips beli buku :)

Tips beli buku:
1. Harus tahu pasti, kalian lebih suka buku dengan genre apa? Fiksi, non-fiksi? Biography, psikologi, romance, teenlit, metropop, fantasi, misteri, atau apa?
2. Kalo udah tahu, banyak2in informasi ttg buku bagus, best seller dari jenis buku yang kalian suka itu.
3. Trus, cari juga yang sesuai dengan kebutuhan. Maksudnya, kalian butuh baca untuk sekedar baca, pengisi waktu luang dan hiburan aja, atau pengen dapet ilmu juga? Atau, dapet semangat dan wawasan baru tentang hal-hal yang belum kalian ketahuin?
Contoh, dalam kasus Tasya, dia nanya pendapat ttg 3 buku : Hujan dan Teduh, Ranah 3 Warna, dan Sebelas Patriot.
Tiga buku itu sama sekali genre yang berbeda, tapi dari segi rating dan review, ketiganya bagus.
Hujan dan Teduh genre Romance, ini novel yang jadi pemenang pertama lomba romance gagasmedia. Coba cek sinopsisnya: dan kalian pasti tertarik untuk beli ;) cuma yah ini buku jenis romance, orang yang suka romance, pasti suka banget sama nih buku. Tapi kalo yang gak suka? Malah nganggep nih buku 'menye-menye' lagi :)
Ranah 3 Warna? Ini buku, bagi yang bukan anak pesantren, pasti 'wah' banget dengan cerita yang nggak biasa. Tapi percayalah, bagi anak-anak pesantren, nih buku 'biasa' karena kita ngalamin sendiri semuanya :) pertemanan yang kualitasnya berbeda karena 24jam hidup bareng, konflik sedemikian rupa sama guru2 dan teman, homesick, sampe 'kekhawatiran' gak dapet PTN karena kurikulum kita yang beda. But at all, ini buku sangat bagus untuk mengingatkan kita untuk terus berusaha dan bersabar, bahwa nggak ada perjuangan yang sia-sia :)
Sebelas Patriot? Well, gue nggak tahu banyak tentang nih buku karena ini buku terlalu 'nyastra'. But someday, gue pasti akan dan harus baca ini buku. Tapi melihat rating dan review orang-orang, plus di toko buku online, kalo ini buku jadi best seller. So, siapa yang meragukan bahwa buku ini bagus? :)

Nah, ada lagi pertimbangan dari segi yang lain.
Segi kebutuhan.
Maksudnya?
Kalo untuk gue yang suka nulis, dan konsen ke genre teenlit, romance, dkk. Kalo disuruh milih buku diantara ketiga buku yang Tasya tanya ke gue itu. Pasti akan gue pilih Hujan dan Teduh. Kenapa? Karena gue merasa lebih butuh untuk dapetin feeling tentang novel romance. Kenapa nih novel bagus, bisa menang lomba, dsb. Yah, alasan2 semacam itu deh. Tapi, gak menutup kemungkinan bahwa gue akan membeli Ranah 3 Warna, Sebelas Patriot dan membacanya. Karena, gue juga ngerasa harus baca buku-buku dengan genre lain supaya dapet 'pemasukan' wawasan baru :)

Jadi ya, intinya sih gimana sukanya kita :)
Fiksi atau non-fiksi?
Teenlit ata romance?

Yang pasti, jangan pernah nganggep genre favorit orang lain itu 'remeh' dengan genre kalian yang kalian anggep lebih tinggi. Jangan, kalau misalnya kalian suka buku-buku sastra, memandang teenlit, dsb, 'remeh'. Karena nggak ada buku yang jelek dan remeh. Semuanya hasil pemikiran dan observasi penulisnya lho :)

Selasa, 19 Juli 2011

Dream

Tidak mengejar bukan berarti sudah melupa. Yang namanya impian, cita-cita pasti akan selalu hidup di hati. Walau tak terwujud secara langsung, tapi ia akan menjelma menjadi wujud lain yang seimbang dengan mimpi dan cita itu. Yang pastinya, harus sepadan pula dengan tekad dan usaha.


#DREAM

Minggu, 17 Juli 2011

Perbedaan

Apa sih, yang membedakan perasaan ; Patah Hati, Jatuh Cinta, dan Galau?

My view :
segala sesuatu yang berhubungan dengan... ; pasti...
1. Patah Hati; simpatik, kasihan.
2. Jatuh Cinta; heboh, 'ciee ciee'.
3. Galau ; nyinyir.

Mungkin

Mungkin, kita memang tidak boleh bersama. Karena, hatiku akan semakin berlebihan dalam mencintaimu. Dan itu hanya akan memenuhi hati dan otak dengan sesuatu yang tidak pasti, yaitu, kamu.

Bukan.

Aku tidak membencimu, percayalah. Aku hanya, bingung, bagaimana bersikap dengan aku yang masih ada rasa sedangkan kamu tidak.
Maka, bertemu denganmu bukanlah hal yang baik sebenarnya. Karena, kita pasti hanyalah akan saling menyakiti. Dan...
Ah, sudahlah, membicarakan ini tidak akan habis. Aku tidak pernah menemui akhirnya jika sudah memulai.
Maka, selamat malam cinta. Selamat malam dunia. Selamat tidur. Melupakan sejenak semua rasa dan perkara dunia. Mempersiapkan senjata untuk melawan segala yang mengganggu, memperjuangkan sesuatu yang berharga.