Pernahkah kalian punya pertanyaan dan berharap kesempatan untuk bertanya itu datang, tapi, malah sulit untuk mengungkapkannya ?
Minggu, 23 Januari 2011
about asking
Pernahkah kalian punya pertanyaan dan berharap kesempatan untuk bertanya itu datang, tapi, malah sulit untuk mengungkapkannya ?
Marcell - Mendendam
yang ga ada :(
1. Imaji Terindah (entah dimana di salah satu sudut rumah)
2. Seluas Langit Biru (nasibnya sama kayak Imaji Terindah)
3.Titanium (emang ga beli)
4. Delapan Peri 5. Circa 6. Kumcer Pertama Kalinya 7.Skenario Dunia Hijau (lagi dipinjem)

Sabtu, 22 Januari 2011
Weird (part 2)
Tentu saja, aku tidak lupa bagaimana dulu kamu sangat ceria menceritakan tentang hobimu yang satu itu : sepakbola. Bagaimana seringnya kamu bermain di lapangan bersama-sama teman sekompleks dan bisa kamu kalahkan dalam setiap pertandingan.
Dan sekarang pun, suaramu yang bersemangat menceritakan kegemaranmu terus terngiang di kepalaku. Lalu, suara yang bercerita itu merambat ke hal lain. Hal lain yang saat itu sukses membuatku tak bisa menahan senyum malu-malu sekalipun di depanmu.
Weird
Lagi-lagi, aku berada disni. Di depan hamparan rumput hijau yang ramai di penuhi oleh anak laki-laki mulai dari ABG hingga anak kuliahan sepertiku. Sayangnya, aku perempuan dan tidak begitu tertarik pada permainan sepakbola ini. Aku hanya sebatas mengagumi dan suka menonton saja.
Alasannya?
Pertama, jelas karena olahraga ini sangat digemari oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hingga aku terbawa suasana untuk ikut menggemarinya. Kedua, karena ternyata, sepakbola lah yang menjadi penghubung antara aku dengannya.
Alasan lain aku selalu mendatangi lapangan hijau yang berada di perbatasan kompleksku dengan kompleks sebelah adalah menemani adik ku yang baru menginjak bangku kelas dua SMP bermain. Tentunya, pada umurnya itu Ray, adikku, sebenarnya tidak mau ditemani hanya dengan alasan Mama yang takut anaknya kelayapan malam atau diganggu oleh remaja lain yang ‘liar’. Tapi mau tidak mau, perintah Mama menyuruhku untuk menemaninya harus ditaati jika ia masih mau bermain setiap sore disni. Dan aku? Terjebak di keramaian sore hari lapangan hijau, dengan buku ditanganku. Buku-buku politik serta hukum yang harus ku ‘lahap’ sebagai mahasiswai semester tiga jurusan Hubungan Internasional.
Aku juga tidak terlalu keberatan dengan keinginan Mama ku yang satu ini. Karena nyatanya, sore hari benar-benar waktu kosongku jika tidak ada kuliah.
Maka, inilah rutinitas baruku. Tiap sore di pinggir lapangan hijau ,menemani adikku yang bermain sepakbola dengan buku.
Hingga suatu hari, aku melihatnya. Menjadi salah satu pemain di lapangan hijau itu, bermain dalam tim yang sama dengan adikku. Membuatku jadi agak ragu untuk tetap datang ke lapangan ini karena takut semua yang sudah aku kubur rapih di hati ini kembali menguap. Memporak-porandakan semua pertahanan yang sudah ku atur rapi di dalam hati dan otak ini.
Dear 'Simon' (again)
"Seandainya kita tidak perlu menyembunyikan rasa yang kita punya, dan cukup berani untuk menamainya cinta, mungkin ..ada lebih banyak lagi kenangan yg bisa kita simpan. Tetapi kita tdk akan pernah tahu. Kamu terlanjur pergi meninggalkanku "#28hari (novel online by @ndrokakung @beradadisini )
Jumat, 21 Januari 2011
Maliq & D'Essentials - Coba Katakan
Kamis, 13 Januari 2011
Selasa, 11 Januari 2011
Dear 'Simon'




