Sabtu, 30 April 2011
Time.
Segitukah yang orang pikirkan tentang gue? Tentang pilihan gue untuk berani join di Oriflame, dan tetap melanjutkan hobi nulis yang pengen gue seriusin? Serius dalam arti gue gak mau main-main lagi. Nggak mau nulis cuma buat kesenangan sendiri. Tapi perlu ada action, bukti nyata supaya gue bisa dianggap sebagai 'penulis beneran'.
Sedih lho dianggep kayak gitu. Sama aja, seperti orang lain nggak memercayai gue. Nggak memercayai keputusan dan keinginan baik gue :'( . Sedih. Nyeseek banget. Ketika serius sama suatu hal. Tapi orang malah nganggep kita nggak serius. Atau, menomor dua-kan pendidikan :'(
Dibilang bagi waktu susah? Emang susah. Tapi bukan berarti gak bisa! Awalnya, gue akui emang susah bagi waktu ketiganya...
Tapi lama kelamaan? Kenal sama yang namanya 'biasa' kan? Lama kelamaan juga biasa kok untuk bagi waktu ke-tiganya
Jadi, sekali lagi, gue selalu berusaha untuk bisa bagi waktu dengan baik. Terutama untuk kuliah. Sebisa mungkin gak akan menomor 2 kan hal itu
Tapi heey, kalian teman, kenapa beberapa dari kalian malah nganggep gue seperti 'itu'? Gue seolah gak dipercaya lhoo :'(
Walau gue emang masih kecil dibanding kalian, baru 18. Tapi, tolong dong, kasih gue support, bukannya malah ngebecandain yang bikin gue down :(
Sedih lhoo rasanya. Nyeseek banget. Ketika kita serius sama suatu hal. Tapi orang malah nganggep kita gak serius. Atau, menomorduakan kuliah.
Gue nggak bermaksud macem-macem lho. Gak 'sok sibuk' atau apapun itu. Toh, masih banyak orang lain yang punya kegiatan seubrek kan? :)
Ini, cuma salah satu contoh bahwa kegiatan kita nggak cuma kuliah doang. Atau have fun doang. Satu waktu, ada saatnya semua harus berimbang. Atau, ada waktu lain pula, dimana salah satunya harus diutamakan, tanpa melalaikan yang lainnya :)
Cara gue membagi waktu dengan tiga kegiatan yg berbeda banget?
Sebisa mungkin konsen kalo di kelas. Kalo gak bolos :p (tpi masih aja sering ngelamun sih :p )
(sekarang) mulai latihan ngerjain tugas satu per satu. Walau jatohnya gak secepat org lain. Tapi yang penting on-time (walau bkin begadang mulu sih)
Kalo lagi ujian. Ini saatnya gue 'memberatkan' kuliah. Yang lain masih jalan. Normal. Tapi bukan berarti nggak ngerjain sama sekali 2 hal lainnya
Kalo lagi liburan. Saatnya gue 'pacaran' sama Ms.Word :p menyelesaikan semua ide yang gue tampung di notes HP selama 'vakum' nulis
Seperti libur UAS kemaren. Berhasil nyelesein ketikan novel jaman SMA. Selesai. Dan beberapa minggu kemudian, filenya hilang kena virus --"
Jadi, apapun kegiatan yang dipilih. Toh, itu keputusan pribadi. Walau mungkin ada pemikiran yang salah di otak. Tapi, kita punya keluarga dan teman kan? Apa gunanya kalau bukan untuk kasih saran, kritikan dan support ? :)
*Ditulis ulang dari tweet Sabtu Malam (30/04). Waktu nulis ulang, perasaan nggak enaknya masih kebayang banget*
Kamis, 28 April 2011
BERHENTI
'berhenti' untuk mengejar cita-cita, sesuatu yang hilang, atau bahkan, cinta....
'berhenti' mencintaimu pun nyatanya tidak semudah ketika aku berniat untuk menjauhimu saja.
Lagipula, cinta kalian semakin kuat. Bagaimana mungkin aku berani menggantungkan harapan terus-menerus, semakin tinggi dan tidak terbatas?
Apalagi, perempuanmu yang meyakinkanmu, bahwa ia akan selalu berusaha untuk menjaga 'kalian' .
'Kalian' yang sama, yang bahagianya selalu mengorek luka di hatiku tiap detiknya.
'Kalian' yang mesaranya, semakin membuatku keluar dari batas kewajaran untuk beerharap.
Dirimu pun bahkan sudah mendoakanku, walaupun secara tidak langsung, agar aku bisa menemukan seseorang yang bisa ku cintai begitu dalam, memang karena ia adalah orang yang tepat.
Aku sempat terisak . Ditambah lagi, dengan kamu yang memberikan contoh itu seperti kamu yang mencintaimu begitu dalam dirinya.
Lalu, bukankah itu berearti kamu menganggap ia adalah orang yang paling tepat bukan?
Lalu, untuk apa coba, aku masih harus disini, terisak entah untuk apa, tersiksa untuk sesuatu yang sudah pasti tidak akan jadi milikku?
Sementara 'kalian', semakin bahagia berjalan menuju masa depan disana.
Inikah saatnya bagiku untu benar-benar 'berhenti'?
Jumat, 22 April 2011
Crazy Little Thing Called Love (Thailand, 2010)
Pemain : Mario Maurer, Pimchanok Luevisetpaibool
Oke, di awal cerita, gue kira emang nih film sama aja kayak FTV yang ada di Indonesia sekarang ini. Apalagi dengan cerita Nam (Pimchanok Luevisetpaibool) yang saat itu bukan 'siapa-siapa',cuma seorang junior dari Shone yang 'ugly' dan gak famous sama sekali. Sampe akhirnya dia kepilih jadi pemeran utama drama sekolah "Snow White". Yang membuatnya di-make over, dan perlahan berubah jadi cantik. Sama sekali cantik!
Disinilah kekaguman gue akan film ini mulai muncul Nam 'jelek' dan Nam 'cantik' sama sekali berbeda padahal orangnya sama! Nam 'jelek' nya natural banget, gak kelihatan mengada-ngadanya. Cantiknya pun gitu. Nggak langsung di make over jadi cantik. Tapi dilihatin prosesnya gimana.
Sedangkan Shone?
Dia adalah most fav guy in the school. Pemain sepakbola yang merasa punya tanggung jawab untuk bersihin nama Ayahnya yang dituding jadi penyebab kekalahan sekolah mereka karena nggak berhasil menendang pinalti.
Jujur, di ambang kebosanan gue sama tuh film di awa-awal cerita, langsung sirna karena Shone yang gantengnya aduhai! Hahaha
Lalu perlahan, ketika mulai kelihatan konflik-konfliknya. Permasalahan-permasalahan ringan yang malah cukup ngadu emosi. Gue benar-benar menikmati film ini.
Tapi Nam, si cewek biasa yang dikenal nan jelek oleh orang-orang. Nggak perduli apa kata orang, ia tetap berusaha untuk mendapatkan hati Shone yang walau kelihatannya nggak mungkin banget. Dengan segala keterbatasannya, pengetahuannya. Ia pun mulai menarik perhatian Shone.
Dengan cintanya yang kuat, ternyata Nam berhasil tuh :)
Sukses bikin Shone 'ngelirik' Nam dan dapetin energi positif dari Nam :)
Best Scene (for me) :
1. Waktu Valentine's Day. Di saat semua cowok pada ngasih Rose ke Nam. Cowo yang paling Nam harapkan datang malah gak datang juga, Shone. Tapi akhirnya, Shone datang. Ngasih mawar putih yang masih bertangkai banyak gitu lalu bilang, "This is from friend of mine". Senyum yang awalnya berkembang di wajah Nam ketika Shone ngasih mawar itu langsung lenyap. Sementara Shone terus senyum sambil balik badan dan pergi.
Why it ? Karena ternyata (di scene akhir-akhir dikasih tahu) setelah Shone berbalik itu. Senyumannya langsung lenyap dan diganti dengan ringisan pedih ! Seolah bilang, "Ya ampun, apa yang udah gue lakuin? Ngasih mawar ke cewek yang gue suka atas nama temen gue?"
2. Kelulusan dan Nam memberanikan diri untuk ngasih mawar putih ke Shone waktu Shone lagi motret-motret kolam renang. Dan Nam bilang, "Aku suka kamu, selama tiga tahun ini............" Shone terperangah sambil ngambil mawar putih dari Nam. Saat itu juga, Nam lihat ada tulisan di saku seragam putih Shone yang udah penuh tanda tangan. "Pin dan Shone".
Nam : "Did you both together?"
Shone : "Yes, Nam"
Nam : "When?"
Shone : "Just a week ago"
Nam : "Oh, just hope you'll happy. Kalian berdua bener-bener cocok emang. Selamat yah, selamat..."
Lalu Nam berbalik sambil ngucapin hal itu berulang-ulang. Lalu "Byuuuur" Nam malah jatoh ke kolam renang. Berusaha sekuat mungkin untuk gak terlihat 'lemah' dan ketahuan patah hatinya di depan Shone. Shone terus-terusan tanya, "Do you oke, Nam?" Dan Nam pun terus-terusan mengelak lalu pergi secepat mungkin. Ketika udah gak berhadapan lagi dengan Shone. Isak tangis Nam pun langsung keluar ! :'(
Why it ? Di scene ini, gue bisa sangat merasakan bagaimana patah hatinya Nam waktu tahu kalau kecengannya selama 3 tahun ini udah jadian sama orang lain! Yang lebih nyakitin, karena Pin emang cewek baik-baik, yang pernah nolong dia juga dulu. :'(
3. Setelah tragedi kolam renang itu, Shone dan Nam yang dilihatin pulang ke rumah masing-masing. Membawa patah hati masing-masing. Lalu, mulailah Shone membuka suatu buku, SCRAPBOOK! Dan yang bikin 'jejeritannya' adalah isi scrapbook yang gambarnya NAM semua!
Oh my gosh, this guy really nice ! Bahkan, dia mulai interest sama Nam dari jaman Nam 'jelek' dulu. Hihi.
Hingga satu halaman, yang bikin gue makin mellow dan greget *halah*.
Gambar Nam yang lagi digendong sama Top di jembatan karena keseleo.
Dan caption foto itu adalah, "Me too. Want to ride you on my back"
Ohhh oke, gue nggak tahu kenapa gue sebegini sukanya sama nih scene!
Why? Karena dari sini kita tahu, bagaimana setiap orang mengekspresikan cintanya, sekalipun cinta yang diam-diam. Dan Shone, punya caranya sendiri, dengan memotret Nam diam-diam di setiap scene penting.
4. Percakapan singkat Nam dan Shone dipinggir kolam renang. Shone yang berbicara tentang impian dan keinginannya, hingga cowok itu bilang, "And I need somebody to love" Dimana Nam langsung terperangah. Antara kaget dan gimana.....gitu. Tapi sayangnya tiba-tiba, Top dateng dan ngajak Nam pergi ke toko buku :(
Why? Setelah Nam pergi, Shone memandangi kepergian Nam dan Top smabil bilang, "Nam, would you be my girlfriend?"
Sayangnya, saat itu Nam udah pergi, dan juga udah bersama Top!
Ah, masih banyak deh scene-scene lain yang oke. Bikin hati mellow dan greget :D
Seperti waktu Top stolen kiss Nam di surprise parti temen mereka dan ada Shone di sampingnya! Juga waktu Shone udah duluan nemuin buku Nam dari temen-temennya. Buku semacam tip guides untuk mendapatkan hati senior. Dan Shone moto buku itu, lalu ditaruhnya juga dalam scrapbooknya,"I thing this is the funniest book I've ever seen. But somehow, I just knew how much you've ever tried."
:'(



Kamis, 21 April 2011
Wonder
Kapan sih semuanya akan berubah? Ketika gue melihat dia, semua pikiran serta rasa aneh itu akan hilang gitu aja? Semua pikiran dan rasa yang selalu mengganggu. Yang efeknya, terus ada dari dan setelah bertemu dia? Bahkan, sampai berani mau nangis di depan umum. Hal yang ehmm, annoying banget menurut gue sendiri. Pernah nggak sih, ngerasain gimana pengennya dia tahu hati yang lagi kalut. Karenanya. Lalu ia menenangkannya. Bukn karena ia iba, guilty pleasure, atau apapun perasaan simpatik itu. Tapi ya.. karena dia ingin? Ingin kamu tenang karenanya. | |
Sabtu, 16 April 2011
My Tweets for Tweet-Live Contest of Dare 2 Be
- Whoaaaa! @vidialdiano is on stage at #dare2be, Gandaria City, NOOWW!
Jumat, 15 April 2011
Let's Write
Pernah baca Marmut Merah Jambu nya Raditya Dika ?
Kalau pernah, udah tahu banget kan MMJ itu tentang apa?
Kalau pernah dan suka banget sama isi bukunya, dan punya pemikiran-pemikiran lain tentang ‘cinta’. Maka saya mengajak kalian untuk bikin buku bareng dengan tema yang sama dengan MMJ J
Kalau belum tapi tertarik sama projek nulis buku bareng ini. Tenang aja, saya bakal kasih tahu gimana isinya, saya kasih contoh tulisan yang mirip-mirip dengan tema seperti MMJ. ‘Filosofi Cinta’.
MMJ sendiri menurut saya:
Beberapa teman yang baca buku MMJ, tapi gak baca buku Bang Dika yang sebelumnya. Suka pada aneh kenapa Bang Dika bisa dikenal sebagai salah satu penulis komedi favorit. Karena menurut saya sendiri, MMJ emang jauh berbeda dengan buku-buku Bang Dika sebelumnya. Tidak cenderung pada cerita komedi, tapi drama. Dan komedi itu sendiri pun menjadi sisipan saja supaya tetap menjadi tulisan khasnya Bang Dika.
MMJ berbicara tentang ‘cinta’, jauh lebih dalam hingga ke filosofinya. Mulai dari perasaan jatuh cinta, patah hati, sakit hati, kesel hingga ke perasaan ketika cinta kita menjadi ‘unrequited love’.
MMJ memang bukan novel, lebih ke antologi. Dimana semua isinya merupakan pengalaman Bang Dika dari SMP mengenai cinta. Terdiri dari chapter yang isinya tidak berkaitan seluruhnya.
Dan chapter favorit saya sendiri adalah ‘Pertemuan Terakhir dengan Ina Mangunkusumo’.
Chapter yang bercerita tentang ‘cinta diam-diam’
Tentang patah hati, tentang ‘unrequited love’. Cerita yang menjadi salah satu bukti, bahwa ada saatnya antara ‘kita’ Cuma bisa temenan karena memang cocoknya seperti itu, lebih nyaman seperti itu.
Pokoknya, MMJ adalah buku mengenai filosofi cinta yang menurut saya sangat bagus dan jauh dari kata ‘picisan’, ‘gombal’, atau bahkan ‘galau’ :p
Oke, saya review sedikit MMJ bukan karena mau promosi buku ini.
Tapi, karena mau ngasih sedikit contoh kepada temen-temen yang mau saya ajak untuk biki buku bareng ini.
Apa projek menulis buku bareng ini?
1. Menulis buku (berupa antologi hasilnya) bareng dengan tema ‘filosofi cinta. Berupa cerpen, tapi lebih ditekankan ke pemikiran-pemikiran kita mengenai ‘cinta’
2. Dikerjakan selama 1-2 bulan saja. Kecepetan? Nggak kok, karena kan nulisnya bareng-bareng. Terkumpul 5 orang saja, jika per orangnya menulis 2 chapter tetap akan jadi buku kok. Kalau ternyata kurang dari 5 yang mau ikut nulis. Banyaknya chapter akan disesuaikan lagi J
3. Jika sudah jadi naskah yang rapi, akan di-upload ke nulisbuku.com untuk di-publish. Nulis buku adalah 1st online self-publishing yang membantu kita untuk menerbitkan naskah dengan cepat dan mudah.
Kenapa harus ikut projek ini?
1. Sebagai sarana untuk sharing pengalaman ke orang lain. Kalau kita merasa punya pengalaman yang ‘pahit’ dan gak mau orang lain melakukan hal yang sama. Kan jadi bisa bantu orang, jadinya, beramal deh J
2. Dapet royalty ;) (Tapi, karena buku ini – akan – ditulis bareng. Jadi, royalty pun akan dibagi-bagi yah)
3. Bisa jadi buat ‘curhat colongan’ kalau lagi ‘jatuh cinta banget’ atau’patah hati banget J
4. Pastinya, kalau ada yang pada dasarnya suka nulis. Masa mau ngelewatin kesempatan satu ini? dijamin, walau pun Cuma ‘antologi’ tapi pasti ngerasa seneng banget karena tulisan kita bisa dibaca sama orang lain J
Jadi, siapapun yang mau tertarik silahkan hubungi saya secepatnya. Karena saya deadline kan buku ini seselai akhir mei. Jadi, sekitar awal Juni sudah bisa di-upload ke nulisbuku.com nya. Lebih cepat lebih baik !
Dibutuhkan, partner yang serius, minat dan intinya mau membagi waktu untuk menulis sebuah tulisan yang berisi pikiran serta dipenuhi ‘cinta’.
Jauh-jauh buang pikiran tentang ‘nggak bisa nulis’ dan sebagainya. Karena pasti dibantu J
Kalau ada yang mau ngasih draftnya saja pun saya terima dan namanya tetap saya cantumkan dalam tulisan.
NB :
Kalau ada yang tertarik, tapi masih gak ngerti apa maksud dari ajakan saya ini. silahkan hubungi saya personal saja J
Masih gak ngerti dengan nulisbuku.com ? silahkan langsung cek webnya di www.nulisbuku.com atau di twitter.com/nulisbuku
Senin, 11 April 2011
Pada Ia
Dunia terasa hambar ku rasa tanpa hadirnya
Jiwa berkeping hancur ketika ia tak ada
Ketika ia memilih pergi tanpa meninggalkan jejak
Ketika ia memilih untuk pergi dan mungkin tidak kembali
Angin, bolehkah sampaikan pesan rinduku padanya?
Pada ia, yang entah dimana
Pada ia, yang entah masih mengingatku atau tidak
Pada ia, yang selalu ku selipi rindu di setiap detik
Pada ia, bolehkah aku menggantung harapan lebih tinggi?
Harapan akan hati yang kembali bersatu suatu hari
Pada ia, bolehkah selalu ku persembahkan hati?
Hati yang selalu menyisakan ruang untuk ia berpulang
Teruntuk:
Seseorang yang isi hatinya tidak diketahui
Bolehkah Merindu?
Sabtu, 09 April 2011
Dare To Be Launch


Jumat, 08 April 2011
Goresan :)
Seminar ini nggak menarik hati ternyata. Mau dipaksain suka sama seminar pemrograman ini pun ternyata nggak bisa. Aku sama sekali bosan dengan seminar ini.
Akhirnya, aku mengalihkan perhatian ke smartphone dan membuka jejaring sosial. Facebook dan juga twitter.
Dengan hati-hati (tidak terlihat oleh pembicara)
You have 3 friend requests.
Raya Claria. Confirm ? Yes
Garry Iskandar. Confirm ? Yes
Bayu Widyatama.
Aku terhenyak melihat nama itu. Apakah aku bermimpi? Atau apa yang ditampilkan oleh layar ponselku memang nama itu? Seketika itu pula, batinku berperang.
Confirm. Ignore. Mana yang harus ku pilih?
Seandainya saja aku angin. Aku ingin selalu bertiup di sekelilingmu, I. Menyejukkan jiwa dan ragamu.
KITA. Memang belum lama bertemu dan kenal, I. Tapi aku tahu, semua yang terjadi antara kita adalah bahagia. Mungkin, itu definisi pertemuan (kita) hanya menurutku. Selain kebingungan.
Aku bingung ketika bertemu denganmu. Bingung ketika sadar ruang di hati ini tersisa hanya untukmu. Lebih bingung lagi ketika aku sadar bahwa porsi hati ini semakin besar setiap harinya.
Dan perasaan ini pun terlanjur tumbuh ketika tahu bahwa kenyataan memaksaku untuk melupakanmu, I. Kamu, hatimu nggak mungkin bisa ku curi.
Karena ketika aku menemukan sedikit harapan dengan hubunganku denganmu. Ketika sedikit hati ini kembali terbuka akan hati yang lain. Ketika kepercayaan ini kembali muncul kalau bahagia akan kutemui denganmu. Saat itu pula, harus ku hadapi kenyataan. Bahwa kita bertemu bukan untuk bersama. Setidaknya untuk saat ini.
Because you have a girl to be loved and loved you. Deeply.
Aku pasti akan termenung. Tidak bisa langsung menjawab karena masih tidak mengerti dengan definisi cinta pertama yang sesungguhnya. Dan kepada siapa titel ‘Cinta Pertama’ harus ku berikan.
Orang yang pertama menjadi pacar? Atau orang yang pertama kali bisa mengukir kenangan yang sangat indah sekaligus bisa menoreh luka yang sangat dalam untuk pertama kalinya dalam hidup? Atau orang yang pertama dicintai dan sulit dilupakan hingga detik terakhir kita bernapas walau telah bersama orang lain?
Entahlah, terlalu banyak kalimat yang akan bermunculan ketika membicarakan hal yang satu ini. Tidak ada yang benar atau salah, karena semuanya dinilai dengan hati.
Begitu banyak lelaki yang ada. Yang hanya lewat sekilas dengan wajah menawan. Yang memberikan kenyamanan pada diriku. Hingga yang kehadirannya hanya memberikan sakit.
Tapi, dari sekian banyak yang pernah hadir dalam hidupku. Kenapa hanya wajahnya yang tetap melekat dalam otak bahkan hati? Wajah serta suara itulah yang selalu hadir dan terngiang. Tak terlupakan.
Hingga akhirnya pada detik ini aku menyadari, bahwa cinta pertama adalah kamu.
Pada detik awal aku menyadari ada porsi yang berbeda dalam hati ini ketika menatap senyummu yang menyejukkan hati. Pertanyaan sinis itu langsung saja meluncur dari lubuk hati begitu saja. “Akankah cintaku padamu berbalas?”
Tapi pada detik berikutnya, aku hempaskan pertanyaan itu keras-keras. Karena aku hanya ingin, cinta yang tulus ku beri padamu. Bukan rasa yang pamrih, meminta balas.
Namun, kenapa hal itu begitu sulit wahai lelaki?
Kenapa, ketika aku berhasil dekat denganmu. Berhasil menjadi salah satu orang yang ada ketika kamu butuhkan. Keinginan untuk bersama dan memiliki hatimu itu malah semakin membesar dan tidak bisa ku bendung? Kenapa rasa pamrih itu malah menjadi-jadi ketika kedekatan kita semakin bertambah seiring dengan berjalannya waktu?
Hingga akhirnya ku temui jawaban. Kenapa ketika aku menyadari isi hati ini begitu kuat dan besar untukmu. Aku malah dipertemukan denganmu sebagai seorang sahabat, status yang bagiku paling sulit untuk dilewati untuk menjadi kekasih.
Karena aku mencintaimu, bukan untuk bisa memiliki hatimu, atau bahkan memilikimu.
Tapi hanya untuk aku tahu, bagaimana cinta itu ada memberi tanpa pamrih. Murni tulus, tanpa mengharap balasan. Bukan karena tidak mau dan munafik untuk menolak balasan itu. Tapi memang karena tidak bisa.
Kenapa?
Aku selalu menyukai hujan sekalipun hujan tidak selalu berarti baik untukku. karena lebih banyak, hujan mengingatkanku akan kita.
Kata kita yang selalu berkonotasi banyak. Entah baik atau buruk.
Kata kita, yang kata orang cocok, sejoli, soulmate. Tapi kenapa yang aku lihat, kata kita malah complicated?
Rumit. Karena aku memang benar-benar tidak bisa mendeskripsikan apa itu kata kita bagi kita berdua. Bagi aku, dan kamu.
Kenapa begitu?
Karena kita sudah lama bertemu, bersama dan menghabiskan waktu. Tapi, kenapa kata ‘cinta’ tidak kunjung keluar dari mulutmu wahai lelaki? Padahal, aku yakin, cinta itu ada disana, di hatimu. Aku diyakinkan dengan semua tutur kata dan perhatianmu untukku.
Atau jangan-jangan, semua tutur kata dan perhatianmu itu cukup bagimu yang memang pemalu?
Lalu, bagaimana denganku, seorang perempuan yang selalu merasa butuh akan kepastian, wahai lelaki?
Aku tidak hanya membutuhkan semua isyaratmu. Tapi, aku juga butuh pengakuan. Pengakuan darimu, bahwa memang hanya ada aku yang menginap di hatimu bertahun-tahun lamanya.
***
Yak. Sekian sodara mengenai tulisan-tulisan saya.
Memang masih dikit dan jauh dari kata 'perfect' sih. Cuma, yah lumayanlah daripada gak ada sama sekali ! :p