KITA.
Memang belum lama bertemu dan kenal.
Tapi aku tahu, semua yang terjadi antara kita adalah bahagia.
Mungkin, itu definisi pertemuan (kita) hanya menurutku. Selain kebingungan.
Ya. Aku bingung ketika bertemu denganmu. lebih bingung lagi ketika sadar ada ruang di hati ini yang tersisa hanya untukmu. Lebih bingung lagi ketika aku sadar bahwa porsi hati ini semakin besar setiap harinya.
Ketika aku menemukan sedikit harapan dengan hubunganku denganmu. Ketika sedikit hati ini kembali terbuka akan hati lain. Ketika kepercayaan ini kembali muncul kalau bahagia akan kutemui denganmu. Saat itu pula, harus ku hadapi kenyataan. Bahwa kita bertemu bukan untuk bersama. Setidaknya untuk saat ini.
Because you have a girl to be loved and loved you. Deeply.
Dan aku tidak berniat untuk merusak. Karena aku cukup sadar diri, bahwa aku tidak mungkin sanggup untuk dapat mencuri hatimu darinya. Tali diantara kalian terlalu tebal, kokoh untuk dapat dihancurkan oleh aku, yang baru kamu kenal. Waktu perkenalanmu dengannya, sangat jauh lebih lama dibanding dengan diriku. walau orang bilang waktu tidak dapat menentukan kualitas pertemanan atau bahkan percintaan orang. Tapi aku yakin, itu tidak berlaku untuk KITA.
Awalnya, aku merasa rasa ini terlalu menggebu. dan menganggapnya wajar. Rasa ini pun pasti akan berkurang dengan seiring waktu.
Kenyataannya memang benar. Tapi, bukan karena porsi di hatimu berkurang. Porsi itu tetap, ku rasa, malah bertambah. Sekalipun rasa ingin bersamamu berkurang.
Hanya keinginan mendapatkan hatimu itu yang berkurang. Bukan bersamamu. Bukan untuk pergi darimu.
Aku lebih pada mengikhlaskan hati untuk melihatmu bersama dengannya. Bukan denganku.
Tapi, hati ini masih untukmu. entah sampai kapan.
Mungkin sampai saatnya aku bisa menemukan orang yang dapat menggantimu.
Tapi, kenapa aku malah takut? Takut orang itu tak dapat menggantikanmu.
Paranoid.
Ruang di hati ini.
Masih untukmu. Hingga sekarang.
melepaskan perasaanku pdamu sepenuhnya ini bukan karena aku tidak mampu. Tapi karena hati masih menolak untuk melupamu.
Tapi aku yakin, saat itu pasti bisa kuhadapi.
Melepasmu.
Maaf, karena sepertinya hatiku sudah memilih untuk berpura-pura.
berpura untuk tidak mencintaimu dari teman-teman dan juga dirimu. Tapi aku yakin, sikap itu tidak terealisasi sepenuhnya. Karena mataku masih menatapmu berbeda dari yang lain. Mata. Gerak-gerik . Perhatian ini masih tidak bisa dibohongi. Betapa aku menyisakan ruang di hati ini untukmu.
Pretending.
Orang bilang : cinta itu karena terbiasa.
Kalau aku dan kamu terbiasa. Apakah mungkin kita bersama?
And my deep heart says : NO
Karena semakin aku terbiasa dengan kamu. Semakin aku tahu, bahwa kualitas hubungan kita hanya akan s'lalu begini.